Kamis, 08 Maret 2012

Jalan kaki tak sengaja

Bukan hanya Jakarta yang terkungkung macet, terlilit rangkaian kendaraan tak bergerak selama bermenit-menit, atau bahkan lebih dari satu jam.  Kota ku ini pun sudah mulai sering terjangkit macet, khususnya di hari Sabtu dan Minggu.

Jumat lalu, keluar dari gedung kantor selepas maghrib.  Aku lihat tidak ada ojek lewat depan kantor, sepi.    Daripada terlalu lama berdiri menunggu aku memutuskan untuk berjalan kaki saja, sambil sesekali nengok ke belakangku, barangkali ada ojek menghampiri. Tapi kok ya nasibku "bagus" banget !  Berjalan kaki dari kantor sampai jalan raya besar sekitar hampir satu jam, tidak ada ojek !  Keringat mengalir deras dan betis pegal-pegal karena berjalan kaki tanpa rencana, iya.. aku memakai sepatu hak tinggi.  Ketika naik angkot jurusan ke dalam kota, aku selonjorkan kedua kaki sambil membuka jendela angkot lebar-lebar. 

Jalan raya di kotaku pada akhir pekan, mulai dari sebelah timur ke barat, selatan ke utara, dipenuhi kendaraan beraneka macam.  Mulai dari roda 2 sampai rodanya lebih dari 4 pun ada.  Truk ukuran sedang sampai seukuran sa'hohhaa (besar sekali)... ikut terjebak dalam kemacetan.  Aku tidak pernah tahu apa sih awal mula kemacetan ini? 

Setelah Jumat malam berjalan kaki ria hampir satu jam.  Keesokan harinya (Sabtu lalu), aku pulang dari rapat orangtua murid disekolah anakku.  Ketika aku berada dalam angkot jurusan Merdeka-Ciomas, tiba-tiba angkot berhenti di jalan Gunung Batu.  Satu menit, tiga menit, lima menit, sepuluh menit... lhaa kok tidak bergeming sedikitpun ya?  Penumpang gelisah, dua ibu muda bisik-bisik mengeluh panas.  Abang sopir celingak celinguk mengulurkan lehernya jadi tambah jenjang, melihat jauh ke depan.  Tukang jualan minuman ringan berjalan menuju bang sopir dan transfer informasi, katanya "macet kang, sampai Ciomas, teu aya polisi deuih"  (tidak ada polisi pula).

Hhmm... bakal lebih dari sejam nih menuju rumah.  Akhirnya aku turun dari angkot dan memutuskan untuk berjalan kaki ke arah depan.  Di sepanjang trotoar jalan kuperhatikan tidak ada pergerakan yang berarti. Kendaraan hanya maju sejengkal demi sejengkal.  Di pertigaan jalan gunung batu aku belok kiri, dan meneruskan langkahku.  Ada seorang Polisi, sibuk sendirian mengatur antrean kendaraan dari dua arah. Kemana lagi nih Polisi yang lainnya?  Satu polisi tentu saja tidak dapat mengatur jalan raya yang dalam kondisi kacau seperti ini.

Kaos lengan panjangku mulai basah.  Badan mulai berkuah nih... hehehe, maksudnya berkeringat hebat.  Sampai kapan aku harus jalan kaki seperti ini?  Haduuhh matahari pun sedang semangat sekali memancarkan sinar emas nya.  Aku tanpa payung, tanpa sun-screen, tanpa topi ... hanya bisa pasrah.  Kembali aku menekuri langkah sepanjang tepi jalan raya.

Setelah melewati pertigaan yang kedua, jalanan mulai agak menurun.  Aahh lumayan, langkah agak sedikit ringan.  Sampai daerah sebelum Pintu Ledeng, aku lihat sudah ada angkot yang bergerak maju, dan aku pun menyetop salah satu angkot tersebut, dan naik sampai komplek perumahan.

Sesampai di rumah dengan kondisi baju basah kuyup, aku masih bisa menarik nafas lega. Tadi pagi ketika akan pergi rapat ke sekolah, aku memang berniat sekali memakai sepatu olahraga daripada memakai selop hak tinggi.  Tadinya aku berpikir, masak aku pakai sepatu olahraga di rapat orangtua murid? Kayaknya kurang pantes deh.  Entah kenapa, aku tadi pagi merasa niat banget untuk pakai sepatu jogging itu.  Dan mungkin, ini hikmahnya. Ternyata aku harus jalan kaki entah berapa kilometer karena jalanan macet.  Tak terbayang olehku jika selop tinggi yang aku pakai.... hadeuuhhh..

Esok hari pun tiba, hari Minggu ini aku mempunyai acara dengan anak-anak untuk pergi ke arena bermain di salah satu tempat perbelanjaan.  Ketika aku bersiap diri di depan cermin, aku merasa ada yang kurang dalam diriku.  Ahh.. aku baru sadar, lemakku sepertinya berkurang (hi hi hi...).  Ternyata celana jeans ku sedikit agak longgar.  Hmm.. apakah ini karena efek pembakaran lemak tak disengaja selama dua hari berturut-turut ?  Duuhh... senangnya hati ! 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar